Pindang Patin Khas Palembang, Endeussss Pake Bingit!

Dimata dunia, Indonesia terkenal dengan kemasyhuran baharinya. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia juga dikenal sebagai pemilik dari hasil laut yang tumpah ruah. Tak heran, jika dibalik kemasyhuran baharinya, Indonesia memiliki beragam kelezatan citarasa khas perairan Nusantara.

Ikan, menjadi salah satu sumber kekayaan bahari Indonesia. Luasnya wilayah perairan Indonesia dengan kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan yang besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemasok produk perikanan terbesar dunia. Dari ribuan spesies ikan yang ada di perairan Indonesia, ikan patin menjadi salah satu ikan yang memiliki citarasa kelezatan yang khas. Ikan yang hidup di sungai-sungai ini dapat diolah menjadi masakan bercitarasa tinggi.

Dibalik keeksotisan Sungai Musi dan Jembatan Ampera di Palembang, ada kelezatan citarasa ikan patin yang menggugah selera. Masyarakat kota yang dijuluki “Venesia dari Timur” ini mengolah ikan patin menjadi masakan yang disebut pindang patin.

Ikan-patin

Hidangan Pindang Ikan Patin khas Palembang ini telah menjadi menu favorit yang digemari para pecinta kuliner. Pindang Patin berbahan dasar utama daging ikan patin yang direbus dengan bumbu asam pedas dan biasanya ditambahkan dengan irisan buah nanas untuk memberikan rasa segar.

Kunci utama untuk mendapatkan olahan Pindang Patin yang lezat terletak pada cara pengolahannya. Menu ikan patin yang baik adalah daging dengan ikan patin yang empuk dan tidak berbau amis. Pindang ikan patin biasanya disajikan di atas tungku kecil yang ada apinya sehingga membuat menu ini tetap hangat dan nikmat selagi disantap

Pindang patin umumnya diolah dengan memadukan ikan patin yang kemudian direbus dengan campuran bumbu rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, serai, cabe hijau, kunyit, tomat, lada, dan laos. Perpaduan rasa yang dihasilkan dari olahan Pindang Patin merupakan antara asam, manis, dan pedas. Citarasanya endeuuss dan menyegarkan sangat, membuat yang mencicipinya akan terus menyeruput kuahnya hingga tandas.

pindang patin palembang

Selain nikmat, hidangan Pindang Patin ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Manfaat ikan patin bagi kesehatan ditandai dengan adanya kandungan lemak yang lebih rendah dibanding ikan jenis lain, terutama dua asam lemak esensial DHA yaitu kira-kira sebesar 4,74 % dan EPA yaitu kira-kira sebesar 0,31 %. Kedua jenis omega-3 asam lemak ini biasanya dihasilkan dari jenis ikan yang hidup di air dingin seperti ikan salmo, ikan tuna, dan ikan sarden. Kadar lemak total yang terkandung dalam daging ikan patin adalah sebesar 2,55 % sampai dengan 3,42 %, dimana asam lemak tak jenuh nya adalah di atas 50 %. Asam oleat adalah asam lemak tak jenuh tunggal yang paling banyak terkandung di dalam daging ikan patin yaitu sebesar 8,43 %.

Berdasarkan hasil dari penelitian, kandungan gizi di dalam ikan patin yang berupa lemak tak jenuh (USFA sebesar 50 %) sangatlah bagus untuk mencegah terjadinya resiko penyakit Kardiovaskular. Lemak tak jenuh juga bermanfaat untuk menurunkan besarnya kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang terkandung di dalam darah sehingga dapat mencegah dan mengurangi terkena penyakit jantung koroner.

Jika di lihat dari rendahnya kadar kolesterol yang terkandung dalam daging ikan patin ( 21-39mg/100 gram), maka manfaat ikan patin sangatlah baik bagi Anda yang sedang menjalankan program diet karena bisa mengurangi asupan kolesterol harian di dalam menu makanan Anda.

Nah.. kini tak perlu jauh-jauh ke Palembang untuk menikmati citarasa khas Pindang Patin. Selain kelezatan Pempek, markas Pempekita di kawasan Tebet Jakarta Selatan hadir untuk memberikan citarasa khas Pindang Patin ala Palembang. Citarasanya tak perlu diragukan, karena Pempekita terkenal dengan suguhan citarasa Palembang yang sangat premium. Tunggu apalagi… yuk mampir ke Markas Kita!